5 Hal yang Harus Anda Tahu tentang Positive Cash Flow dalam Bisnis Properti

0
245

5 Hal yang Harus Anda Tahu tentang Positive Cash Flow dalam Bisnis Properti

Investasi di bidang real estat adalah salah satu strategi investasi terbaik. Selain karena peluangnya yang besar serta fleksibilitasnya, Anda bisa memiliki dan mengelola aset yang nyata. Karena hal inilah banyak orang bermimpi bisa memiliki usaha properti modal kecil.

Tidak hanya relatif aman jika dibandingkan dengan investasi lain, ada banyak cara berbeda dalam bisnis real estate investing yang bisa Anda pilih untuk mendapatkan keuntungan. Meskipun apresiasi real estat juga merupakan faktor penting yang akan menentukan profitabilitas jangka panjang Anda, Anda harus selalu mengusahakan cash flow yang positif dalam usaha Anda. Jika Anda masih bingung mengenai cash flow, simak 5 hal yang harus Anda ketahui berikut ini!

  1. Pengertian Cash Flow

Cash flow sebenarnya merujuk pada selisih antara apa yang Anda hasilkan dari investasi Anda (berupa pendapatan sewa) dengan biaya yang Anda keluarkan untuk mengoperasikan bisnis Anda (seperti biaya perawatan, pajak properti serta perbaikan-perbaikan). Di sinilah kelebihan investasi properti dibanding dengan saham. Jika setelah membeli saham Anda hanya bisa menunggu, dalam investasi properti Anda bisa berperan aktif seperti melakukan trik dan perubahan yang bisa meningkatkan pendapatan sewa Anda.

  1. Kenapa Positive Cash Flow Itu Penting?

Jawabannya sangat mudah: karena Anda memerlukan keuntungan dari bisnis yang Anda jalankan. Ketika cash flow yang Anda dapatkan nilainya negatif, artinya Anda mengalami kerugian. Jika cash flow Anda bernilai nol, Anda tidak untung dan tidak juga rugi. Tapi, siapa di dunia ini yang mau berbisnis dan tidak mendapatkan apapun?

Ketika cash flow Anda bernilai positif, di sinilah bisnis Anda bisa dikatakan sukses. Semakin banyak keuntungan yang Anda dapatkan, tentu saja semakin baik.

  1. Bagaimana Mengetahui Apakah Properti Kita Akan Menghasilkan Positive Cash Flow?

Ada rumus dasar untuk mengetahui apakah Anda menghasilkan arus kas yang positif atau tidak. Perhitungannya sebagai berikut:

  • Cash flow di bawah 8 persen artinya Anda kemungkinan tidak mendapatkan positive cash flow
  • Cash flow berada di antara 8-10 persen artinya Anda hampir mendapatkan arus kas yang positif
  • Cash flow di atas 10 persen bisa dipastikan cash flow Anda positif.

Cash flow bisa Anda hitung dengan rumus: keuntungan sewa tahunan/harga beli x 100.

  1. Bagaimana Cara Mendapatkan Positive Cash Flow?

Ini adalah poin yang paling penting dan paling sering ditanyakan oleh banyak investor properti. Anda bisa melakukan berbagai cara misalnya dengan melakukan riset pasar yang mendalam, gunakan penghitungan dan pengaturan keuangan yang tepat dan lain sebagainya.

  1. Di Mana Menemukan Properti yang Bisa Menghasilkan Positive Cash Flow?

Pertama, tentukan di mana Anda ingin berinvestasi. Selanjutnya tentukan properti seperti apa yang sesuai dengan demografi wilayahnya. Setelahnya tentukan harga dengan saksama melalui simulasi tentang berapa pengeluaran yang harus Anda bayar setiap bulannya. Cara paling mudah adalah dengan menggunakan metode 2 kali lipat. Jadi misalnya biaya operasional rumah kost Anda nilainya Rp300.000, artinya Anda bisa mengenakan biaya Rp600.000 kepada penyewa.

Beberapa hal di atas akan sangat membantu Anda yang ingin menciptakan property cash machine sendiri.