Amankah Beli Rumah KPR Tanpa Melalui Bank?

0
14

Amankah Beli Rumah KPR Tanpa Melalui Bank?

Untuk mendapatkan rumah idaman, ada banyak cara yang dapat Anda lakukan mulai dari KPR rumah kepada bank, menabung, membeli secara tunai, dan lain sebaginya. Namun cara yang paling sering digunakan oleh orang lain adalah dengan KPR karena bisa mencicil biaya rumah per bulannya sesuai dengan kemampuan Anda.  Anda ternyata bisa membeli rumah KPR tanpa melalui bank. Banyak pengembang telah menawarkan fasilitas ini. Salah satu keuntungannya, Anda bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau karena tak ada biaya tambahan yang harus diberikan bagi pihak bank.

Namun, jalur ini belum banyak dipilih karena kekhawatiran akan banyaknya pengembang nakal yang menipu nasabahnya. Jadi Anda memang harus sangat berhati-hati dalam memilih pengembang karena jika tidak maka Anda akan merugi dalam jumlah yang cukup besar. Untuk Anda yang tertarik, berikut cara-cara yang bisa dilakukan agar keamanan membeli rumah KPR tanpa bank tetap terjamin.

  1. Utamakan Reputasi Pengembang

Pastikan memilih pengembang dengan reputasi yang baik dan terkenal mempunyai kinerja bertanggung jawab. Salah memilih pengembang, Anda bisa mengalami kerugian besar. Jangan malas mencari informasi mengenai pengembang yang akan Anda pilih terutama dari mereka yang pernah menggunakan jasanya.

Risiko yang akan Anda tanggung dari pembelian rumah KPR tanpa bank sangatlah besar. Sebab bila sudah setuju membeli, Anda diwajibkan untuk melunasi calon rumah bahkan jauh sebelum dibangun oleh pihak pengembang. Salah-salah memilih pengembang, Anda tidak mendapat rumah impian Anda dan hanya turut membayar tanpa ada kejelasan pembangunan rumah Anda.

  1. Penyelesaian Sertifikat

Saat membeli, sertifikat calon rumah Anda masih atas nama pengembang. Sangat penting Anda memperoleh kepastian kapan sertifikat tersebut akan melalui proses balik nama. Biasanya dalam surat perjanjian jual beli, tercantum mengenai hal ini. Anda harus mengurus balik nama properti ini, karena jika tidak, properti itu tetap menjadi milik pengembang dan bukan Anda yang membayar cicilannya.

  1. Urus Dokumen Kepemilikan

Dokumen pertama yang harus Anda urus setelah rumah selesai dibangun adalah Akta Jual Beli (AJB). Dokumen ini merupakan bukti sah yang menjelaskan hak atas tanah dan bangunan yang dimiliki pengembang sudah beralih milik kepada Anda.

Setelah memperoleh dokumen AJB, Anda akan memperoleh sertifikat SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) dari pengembang. Sertifikat ini sangat diperlukan bila Anda ingin mengurus sertifikat hak milik (SHM).

Sebagai informasi, SHM memiliki manfaat besar bagi yang memilikinya. Anda dapat menggunakan tanah untuk keperluan apa pun dengan jangka waktu yang tidak terbatas. Untuk memperkuat aspek legalitas, jangan lupa urus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menghindari berbagai masalah di kemudian hari.

  1. Jangan Lakukan Transaksi di Bawah Tangan

Jauhi kemungkinan untuk melakukan transaksi di bawah tangan karena memiliki risiko besar untuk menimbulkan kerugian. Pilihlah jalur aman dan lakukan transaksi sesuai prosedur yang sudah ditentukan pengembang. Melalui kejelasan hukum dan mengikuti prosedur yang benar sangat dianjurkan.

Rencanakan Proses Pembayaran dengan Matang

Selain melakukan empat langkah di atas, jangan sampai lupa merencanakan proses pembayaran dengan matang. Saat membeli rumah KPR tanpa bank, Anda tak akan dijatuhi denda saat terlambat membayar cicilan. Namun, jangan jadikan itu sebagai alasan untuk menunda-nunda.

Sebaiknya rencanakan kebutuhan bulanan Anda dengan matang. Prioritaskan anggaran untuk mendapatkan hal-hal yang benar-benar Anda butuhkan. Sisihkan selalu dana untuk membayar cicilan rumah dan jangan tergoda menggunakannya untuk kepentingan lain. Tanamkan selalu sikap disiplin agar impian untuk memiliki rumah bisa segera diwujudkan.