Apa Untungnya KPR Syariah dibandingkan KPR Biasa?

0
91

Mengapa Lebih Memilih KPR Syariah Dibanding KPR Konvensional

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memberikan kemudahan bagi konsumen untuk bisa membeli rumah dengan cara mencicil pembayaran per bulan. Namun cara seperti itu rawan mengandung praktik riba dalam transaksinya. Sebagai gantinya, kini banyak yang beralih menggunakan skema pembayaran KPR syariah tanpa riba. Sebenarnya, apa saja keunggulan KPR syariah dibanding KPR konvensional? Ilustrasi di bawah ini mungkin bisa membantu Anda memutuskan.

Penggunaan akad bebas riba

Pada KPR konvensional, bank akan memberikan pinjaman berupa uang untuk membeli rumah yang Anda inginkan dengan syarat rumah tersebut menjadi jaminan. Selanjutnya Anda akan membayar cicilan tersebut tiap bulan beserta bunga yang ditetapkan kepada bank. Praktik tersebut dianggap mengandung riba karena bank mengambil keuntungan dari bunga pinjaman uang.

Sedangkan jika menggunakan KPR syariah, bank terlebih dahulu akan membeli rumah tersebut untuk Anda. Kemudian Anda akan membayar cicilan rumah per bulan. Bank mendapat keuntungan dari selisih harga alias margin yang sudah ditetapkan di awal. Dengan demikian, transaksi yang terjadi adalah jual beli barang (rumah) yang sudah dibeli oleh bank yang dianggap bebas dari riba.

Besar cicilan tidak tergantung suku bunga bank

Pada KPR konvensional berlaku dua jenis bunga yaitu fixed rate dan floating rate. Biasanya bank memakai fixed rate untuk 1 atau 2 tahun pertama dan selanjutnya memberlakukan floating rate pada tahun berikutnya yang besarannya tergantung suku bunga BI. Dengan demikian besar angsuran Anda juga akan berubah mengikuti suku bunga. Sedangkan untuk KPR syariah, besar cicilan Anda akan selalu sama karena margin keuntungan bank sudah disepakati sejak awal dan tidak tergantung suku bunga.

Misal Anda mengambil KPR untuk rumah seharga 400 juta rupiah selama 10 tahun dengan DP 20%. Jika memakai KPR konvensional dengan bunga pinjaman 8% per tahun, cicilan untuk tahun pertama pada suku bunga 9,5% adalah sekitar Rp4.250.000,00/bulan. Pada tahun kedua saat telah berlaku floating rate, ternyata suku bunga naik menjadi 13,5% sehingga jumlah cicilan Anda akan bertambah menjadi Rp4.950.000,00/bulan. Demikian pula jika suku bunga turun maka cicilan Anda juga akan berkurang.

Sedangkan jika menggunakan KPR syariah dengan nilai rumah yang sama dengan margin keuntungan bank ditetapkan 8% per tahun, Anda perlu membayar cicilan sekitar Rp4.850.000,00 per bulan. Besar cicilan ini tidak akan berubah meskipun suku bunga bank melonjak atau menurun.

Tidak ada konsep denda atau penyitaan

Pada KPR konvensional, Anda akan dikenakan denda apabila akan mempercepat pembayaran atau terlambat membayar. Selain itu bank akan menyita rumah Anda jika mengalami gagal bayar karena rumah tersebut adalah jaminan dari pinjaman. Hal-hal tersebut tidak berlaku untuk KPR syariah.

Nah, dari penjelasan di atas Anda bisa mengetahui kelebihan KPR syariah tanpa riba dibanding KPR konvensional. Kini Anda bisa memutuskan dengan lebih bijak saat hendak membeli rumah.