Bingung Menghitung Pajak Kost? Begini caranya

0
236

Bingung Cara Menghitung Pajak Kost? Begini Caranya

Keberadaan area perkantoran atau kampus tidak akan terlepas dari keberadaan rumah kost. Rumah kost adalah bisnis yang menggiurkan karena permintaannya yang tinggi. Banyak perantauan yang ingin tinggal di dekat lingkungan tempat mereka sekolah atau bekerja.

Mengelola rumah kost memiliki banyak kelebihan. Salah satunya, para pemilik kost tidak perlu melakukan usaha secara aktif untuk mendapatkan pendapatan. Penghasilan yang didapatkan juga rutin dan jangka panjang. Perawatan bangunannya juga tidak perlu dilakukan setiap hari.

Jika Anda memiliki rencana untuk membangun sebuah kost, ingatlah bahwa jasa pelayanan ini dikenakan pajak. Anda menjadi subjek pajak yang menerima penghasilan dari persewaan atas rumah kos, sedangkan penghasilan dari persewaan rumah kos merupakan objek pajaknya.

Pada 2 Januari 2018 lalu, terdapat perubahan pada cara menghitung pajak kost. Bagaimana caranya? Simak penjelasan di bawah ini.

Pajak kost mengacu pada pasal 2 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2017 yaitu “Atas penghasilan dari persewaan tanah dan/atau Bangunan baik sebagian maupun seluruh Bangunan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final.”

Kemudian, pada ayat (3) diatur bahwa “Penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tidak termasuk penghasilan yang diterima atau diperoleh dari jasa pelayanan penginapan beserta akomodasinya.”

Dengan penjelasan bahwa “Yang dimaksud dengan ‘jasa pelayanan penginapan’ antara lain kamar, asrama untuk mahasiswa/pelajar, asrama atau pondok pekerja, dan rumah kos.”

Oleh karena itu, perhitungan PPh atas persewaan rumah kos dilakukan melalui mekanisme PPh Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 yaitu 1% (satu persen) dari jumlah bruto jasa pelayanan penginapan setiap bulannya. Dengan catatan, bruto tersebut tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam 1 tahun pajak.

Misalnya, Anda memiliki rumah kost yang dihuni oleh mahasiswa yang tidak ditunjuk sebagai pemotong PPh atas jasa pelayanan penginapan. Anda menerima uang Rp1,5 juta di tanggal 5 setiap bulannya. Maka, Anda wajib menyetorkan PPh atas penghasilan dari jasa pelayanan penginapan sebesar 1% X Rp1,5 juta = Rp15 ribu.

Hasil pajak tersebut dapat dibayar dan disetorkan ke kantor pajak atau secara online melalui situs Direktorat Jendral Pajak (DJP) online atau aplikasi yang telah disahkan oleh DJP yaitu OnlinePajak. Kelebihan membayar dan menyetor pajak secara online adalah lebih akurat, efisien, serta bisa membimbing Anda jika kebingungan mengisi formulir.

Bagaimana? Cara menghitung pajak kost cukup mudah, kan? Sebagai pemilik kost, Anda harus taat membayar pajak. Beban pajak kost menjadi lebih ringan dibandingkan peraturan sebelumnya yaitu membayar 10% dari bruto setiap tahunnya. Dengan adanya peraturan baru ini, pemilik kost diharapkan bisa saling bergotong royong untuk memajukan bangsa melalui pajak.