Pusing Cara Menghitung Pajak Properti? baca di sini

0
222

Pajak merupakan tanggung jawab finansial yang harus dipenuhi oleh setiap pengusaha. Namun, tidak semua pengusaha paham dan mengerti tentang cara perhitungannya.

Jika Anda termasuk salah satu di antara orang-orang yang awam dengan perhitungan pajak, Anda harus mulai mempelajarinya sekarang.

Terlebih, ketika Anda berkecimpung dalam bisnis properti yang transaksinya mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah. Akan sangat berisiko jika Anda sebagai pemilik bisnis tidak paham perhitungan pajak properti tersebut.

Ada banyak cara untuk mengenal hitungan pajak properti sebelum memutuskan untuk terjun ke dalam bisnis ini. Salah satunya adalah bergabung dengan beberapa komunitas pebisnis properti, seperti KSI (Kost Strategi Investing) Community, serta menghadiri seminar dan workshop properti dari para mentor-mentor ternama yang sudah banyak makan asam garam di dunia bisnis properti.

KEUNTUNGAN IKUT WORKSHOP BISNIS PROPERTI

Hadir dalam workshop bisnis dapat membantu Anda membedakan jenis-jenis pajak dalam bisnis properti dan menghitungnya secara langsung tanpa perlu bantuan seorang akuntan. Mengingat, biaya untuk membayar akuntan terlalu mahal bagi pebisnis pemula. Bahkan, jika dipaksakan bisa menjadi beban dalam keuangan Anda..

sumber : kosthariansurabayacom/tentang/legalitas/nop-kost-harian-surabaya

Dalam pajak properti, ada beberapa jenis yang harus diketahui seorang pengusaha properti, di antaranya: Pajak BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), PPH, PPN, maupun PPnBm (Pajak Penjualan atas Barang Mewah).

Dari keempat jenis tersebut dapat dipahami dengan contoh sederhana berikut:

Jika Anda memiliki sebidang tanah dan ingin menjualnya, maka Anda harus membayar pajak PPh final sebesar 5%. Adapun pembeli, baik perorangan ataupun developer, harus membayar pajak BPHTB sebesar 5% pula. Pajak ini nantinya akan masuk ke dalam keuangan pemerintah daerah yang berfungsi untuk pengembangan infrastruktur daerah.

Nah, jika di kemudian hari developer akan mengembangkan tanah tersebut menjadi perumahan ataupun apartemen, maka pajak yang harus dibayar oleh konsumen untuk BPHTB adalah sebesar 5%, PPN sebesar 10%, dan PPnBM sebesar 20%.

Semua perhitungan itu ada pada Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, yang merupakan revisi dari Undang-undang Nomor 7 Tahun 1993 tentang Pajak Penghasilan.

Perhitungan itu mungkin akan terlihat simpel jika nilai transaksinya kecil, tapi jika sudah mencapai ratusan bahkan miliaran rupiah, seperti pada bisnis properti, maka itu akan terlihat memusingkan. Maka, tidak ada salahnya jika Anda mengikuti workshop properti untuk membantu memecahkan masalah perhitungan pajak tersebut. Melalui pelatihan tersebut, Anda bisa berkonsultasi tentang seluk beluk bisnis properti—termasuk tentang pajak—kepada para mentor atau rekan-rekan investor properti lainnya .

Bahkan, ikut dalam workshop dapat membantu Anda mengembangkan sayap bisnis. Caranya, dengan mengajak kerja sama rekan-rekan yang dikenal selama pelatihan tersebut. Tidak jarang pula, pelatihan bisnis bisa mendatangkan ide baru untuk usaha yang tengah berjalan, dengan melihat dari sudut pandang lain.

Jadi, sudah siap bergerak mengembangkan bisnis dengan mengikuti berbagai pelatihan dan workshop properti ?