Ketahui Cara Menghitung ROI Bisnis Properti Kost Di sini

0
724

Analisis ROI Bisnis Properti Kost

Bagi investor, mengetahui tingkat pengembalian investasi atau ROI adalah hal yang sangat penting. ROI atau return of investment adalah ukuran atau besaran yang dipergunakan untuk mengevaluasi efisiensi suatu investasi dibandingkan dengan biaya dan modal awal yang sudah dikeluarkan.

ROI berlaku dalam dunia investasi seperti reksa dana dan saham. ROI ini juga berlaku dalam dunia bisnis properti kost. Tingkat pengembalian investasi ini harus dipertimbangkan sebelum Anda memutuskan terjun ke dalam bisnis ini.

Cara Melakukan Penghitungan ROI

Cara menghitung ROI sangat mudah untuk dilakukan. Misalnya Anda melakukan investasi dana sejumlah Rp50.000.000,00 lalu investasi tersebut memberikan pendapatan sebesar Rp51.100.000,00 maka ROI nya adalah 1,02.

Angka ROI tersebut diperoleh dari besarnya pendapatan yang dihasilkan dibagi dengan modal yang dikeluarkan.

Pendapatan yang diperoleh dari investasi bisa berupa kas yang diterima untuk setiap periode, ataupun pendapatan dalam jumlah yang besar sekaligus. Maka, ROI merupakan besaran yang harus tersedia jika Anda berinvestasi atau mengajukan permohonan dana kepada calon investor. Semua komponen berupa modal harus dimasukkan ke dalam penghitungan ROI, termasuk biaya promosi dan pembuatan website.

Contoh analisis penghitungan ROI dalam bisnis properti kost

Penghitungan dimulai dari menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan dalam kegiatan investasi yang Anda lakukan. Dalam bisnis properti kost, berikut ini contoh yang bisa Anda lihat. Untuk mempermudah perhitungan, contoh ini hanya dari satu kamar kost saja. Jadi, keseluruhan dapat Anda kalikan dengan jumlah kamar yang Anda sewakan.

Sebuah kamar kost dengan ukuran 3×4 meter, memiliki fasilitas kamar mandi di dalam, memiliki dapur dan satu kamar serbaguna. Ada lahan seluas 1×2 meter sebagai halaman rumah.

Modal pembuatan rumah kos

  • Membeli tanah berukuran 4×5 meter, luas tanah total 20m2, harga tanah Rp500.000,00/m2, maka total harga tanah:

Rp500.000,00 x 20m2 = Rp10.000.000,00

  • Membuat bangunan kamar kost 3×4 meter = 12m2, harga bangunan senilai Rp3.000.000,00/m2, jadi total harga keseluruhan bangunan:

Rp3.000.000,00 x 12m2 = Rp36.000.000,-

  • Perlengkapan kost, perizinan, penataan halaman, dan lain-lain sebesar Rp4.000.000,00
  • Maka total biaya pembuatan rumah kost 3×4 meter pada tanah ukuran 4×5 meter sebesar Rp50.000.000,00

Penghasilan yang diperoleh dari rumah kost

Biaya sewa yang ditetapkan yaitu sejumlah Rp500.000,00 per bulan bersih. Fasilitas  listrik, air serta kebutuhan tempat tinggal yang lain ditanggung sendiri oleh penyewa. Sehingga perkiraan pendapatannya yaitu

  • Harga sewa rumah kos Rp500.000,00 per bulan, jadi dalam satu tahun adalah Rp500.000,00 x 12 =Rp6.000.000,00

Kapankah dapat balik modal dari usaha ini?

Dengan modal pembangunan rumah kost senilai Rp50.000.000,00 dan pendapatan dari biaya sewa Rp500.000,00 ribu per bulan, maka perhitungan balik modalnya yaitu:

Total biaya pembangunan Rp50.000.000,00 dibagi dengan biaya sewa sebulan Rp500.000,00 maka menjadi 100 bulan atau sekitar 8,3 tahun. Jadi, Anda akan mendapatkan modal kembali dalam jangka waktu 8,3 tahun.

Keuntungan bisnis properti kost

Dari contoh analisis perhitungan di atas, maka diketahui bahwa keuntungan didapat setelah 8,3 tahun. Setelah masa tersebut harga bangunan bisa mengalami kenaikan harga mencapai Rp100.000.000,00. Selain keuntungan finansial, Anda juga mendapatkan pengalaman mengelola bisnis properti kost dengan baik.

Demikian contoh sederhana analisis ROI bisnis properti kost yang bisa Anda pelajari. Ingin mendapatkan informasi lainnya tentang pengelolaan kost-kostan? Bergabunglah bersama KSI (Kost Strategi Investing). Ada banyak motivator dan investor properti yang akan membagikan berbagai ilmu tentang tata kelola properti kost. Yuk, terus belajar mengembangkan bisnis dan mengoptimalkan keuntungan!