Lebih Hemat dengan KPR Syariah

0
78

Lebih Hemat, Yuk Beli Rumah Bekas dengan KPR Syariah

Agar lebih menghemat pengeluaran untuk keperluan hunian, Anda bisa menggunakan KPR syariah untuk membeli rumah bekas.

KPR syariah tak hanya bisa digunakan untuk membeli hunian di kompleks perumahan atau cluster saja. Anda juga dimungkinkan membeli rumah bekas. Tentu ini kabar menggembirakan bagi yang yang memiliki dana pas-pasan, karena harga rumah bekas lebih terjangkau harga belinya dibandingkan rumah yang baru selesai dibangun.

Cara membeli rumah dengan KPR Syariah baik untuk yang bekas maupun yang baru tak memiliki perbedaan mencolok. Anda harus memenuhi syarat dan menyiapkan dokumen kelengkapan yang diminta oleh pihak bank dengan lengkap.

Alasan Menggunakan KPR Syariah

Alasan banyak orang menggunakan fasilitas KPR Syariah karena prinsip transaksi yang diterapkan. KPR di bank konvensional akan mematok besar cicilan berbeda setiap bulannya yang berdasarkan tingi rendahnya suku bunga pasar.

Sementara dengan KPR syariah, Anda akan membayar cicilan tetap hingga kredit selesai. Karena tak akan dipusingkan dengan masalah naik turunnya angsuran, maka Anda lebih mudah mengatur pembagian anggaran rumah tangga tiap bulannya.

Saat mengajukan KPR syariah untuk membeli rumah bekas, sistem akad yang digunakan adalah Murabahah. Ini membuat harga jual hanya mencakup harga pokok rumah ditambah margin keuntungan yang disepakati.

Bagaimana Syarat Mengajukannya?

Serupa dengan permohonan KPR di bank konvensional, cara membeli rumah dengan KPR syariah juga memiliki syarat  harus dipenuhi, yaitu:

  • Berusia minimal 21 tahun ketika mengajukan permohonan KPR.
  • Usia maksimal ketika jatuh tempo pembayaran cicilan adalah 55 tahun bagi pegawai dan 60 tahun untuk wiraswasta.
  • Tidak masuk dalam daftar kredit bermasalah yang dikeluarkan BI.
  • Untuk yang berstatus karyawan tetap, minimal telah bekerja 1 tahun. Sementara bagi karyawan kontrak harus memiliki masa kerja minimal 2 tahun.
  • Mengajukan formulir permohonan pembiayaan individu disertai fotokopi KTP, KK, dan NPWP.
  • Bila sudah menikah, wajib melampirkan fotokopi surat nikah.
  • Untuk pegawai dan karyawan, lampirkan slip gaji asli dan surat keterangan dari tempat kerja.
  • Fotokopi rekening buku tabungan/statement giro selama 3 bulan terakhir.
  • Laporan keuangan usaha bagi yang berprofesi sebagai wiraswasta

Persiapan Sebelum Membeli Rumah Bekas

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah bekas, terdapat beberapa langkah yang harus Anda tempuh lebih dulu, yaitu:

  1. Mengukur Kemampuan Finansial

Meskipun hanya rumah bekas, Anda tetap butuh modal besar dan perhitungan matang sebelum membelinya. Ketahui kemampuan finansial terutama untuk mengangsur cicilan rumah. Aturan umum yang biasa diterapkan bank untuk menentukan nominal maksimal angsuran rumah adalah 30% dari penghasilan bulanan.

  1. Pilih Rumah dan Negosiasi Harga

Segera ambil rumah yang diinginkan sebelum ditawar orang lain. Temui penjual untuk melakukan negosiasi harga. Jangan anggap sepele tahap negosiasi karena bila Anda pandai bernegosiasi dengan penjual, maka Anda bisa menekan harga beli rumah. Anda mungkin bisa mendapatkan harga murah yang Anda ingingkan. Pintar-pintarlah bernegosiasi yang akan memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak.

  1. Buat Perjanjian

Setelah mencapai kata sepakat dengan penjual, lakukan perjanjian dan mintalah waktu untuk mencari KPR. Pastikan Anda memiliki perjanjian khusus agar penjual tak memberikan rumah yang diincar kepada orang lain. Anda harus membuat surat perjanjian yang sah dan legal. Akan lebih baik jika Anda dapat langsung melakukan akad jual beli rumah sesegera mungkin sesuai yang telah disepakati bersama.

Demikianlah cara membeli rumah dengan KPR syariah. Segera siapkan dokumen dan ajukan KPR ke bank syariah untuk mendapatkan rumah impian Anda.