Mengenal Bisnis Properti Syariah dan Potensi Keuntungannya

0
177

Mengenal Bisnis Properti Syariah dan Potensi Keuntungannya

Bisnis properti syariah saat ini memperoleh perhatian yang cukup besar. Pasalnya, metode ini dianggap lebih sesuai dengan karakter dan ketentuan yang berlaku di dalam Islam. Dibandingkan dengan bisnis properti pada umumnya, ada beberapa hal berbeda yang terdapat pada bisnis properti syariah.

Mengenal Bisnis Properti Syariah

Oni Sahroni, anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, menyebutkan kriteria bisnis properti yang mengacu pada ketentuan syariah antara lain harus terhindar dari aneka praktik yang tidak dibolehkan dalam Islam, seperti pinjaman yang dikenakan bunga atau transaksi lainnya yang memiliki potensi riba.

Jadi, perbedaan utama antara bisnis properti syariah dengan bisnis properti pada umumnya adalah tidak adanya sistem pinjaman berbunga di antara pengembang dan bank.

Kriteria kedua adalah properti yang dijual dalam bisnis ini harus untuk kebutuhan syariah. Selain itu, transaksi yang dilakukan harus melalui akad syariah, seperti jual beli, ijarah maudzufatu dzimah, musyarakah, dan sebagainya. Tidak diperbolehkan pula melakukan praktik suap atau risywah.

Bisnis properti ini juga bisa dikenali dari sifatnya yang bebas unsur monopoli (ihtikar). Ini adalah sebuah kondisi saat pebisnis properti menguasai pasar dan menjadi pemain tunggal. Bisnis properti syariah juga sebaiknya terhindar dari ketidakpastian atau gharar.

Keuntungan Memilih Bisnis Properti Syariah

Memilih bisnis properti syariah daripada bisnis properti konvensional tentu perlu didasari oleh beberapa pertimbangan penting, termasuk potensi keuntungannya. Nah, berikut beberapa keuntungan yang bisa didapatkan melalui bisnis properti syariah.

  • Adanya rasa nyaman dan tenang karena kegiatan berbisnis tidak melanggar keyakinan, khususnya bagi umat Islam. Rasa nyaman dan tenang tentu merupakan iklim yang sangat ideal bagi seseorang untuk mengambil keputusan-keputusan terbaik dalam berbisnis.
  • Bisnis properti syariah tidak membolehkan riba. Bagi orang-orang yang menjadi pembeli atau peminjam, hal ini tentu sangat menguntungkan karena nominal yang dibayar lebih kecil.
  • Sementara itu, pemilik modal atau penjual juga mendapatkan keuntungan dari sistem bagi hasil. Apabila peminjam mengalami kesulitan ekonomi, kesepakatan pembagian hasil bisa didiskusikan lagi.
  • Sistem yang berlaku dalam peminjaman syariah adalah Al-Mudhabarah, yaitu ganti rugi dilakukan oleh bank atau lembaga pemberi pinjaman. Dengan catatan, kerugian bukan karena si peminjam.
  • Keuntungan lain adalah tidak ada sistem denda dan sita. Menurut Rosyid Aziz, CEO Property Syariah, sistem denda tidak pernah ada dalam sejarah Islam, bahkan sejak masa Rasullulah Saw. Biasanya, denda diterapkan oleh pengembang sebagai bentuk kewaspadaan jika ada konsumen yang nakal. Padahal, metode ini juga sebenarnya tidak efektif dan tepat.
  • Partner bisnis biasanya teruji karena berlaku amanah dan telah memperoleh verifikasi kemampuan secara ekonomi. Ini berarti, potensi kegagalan dalam berbisnis semakin berkurang.

Demikian sekilas penjelasan tentang bisnis properti syariah. Jika Anda ingin belajar lebih banyak tentang bisnis properti, khususnya bisnis kost, bergabunglah sebagai anggota di KSI Community. Ini adalah komunitas khusus pemilik dan calon pemilik kost. Hanya dengan membayar biaya membership satu kali saja, Anda dapat belajar banyak menjalankan bisnis properti, termasuk bisnis properti syariah.