Pahami 10 Istilah Berikut sebelum Memulai Bisnis Properti

0
166

Pahami 10 Istilah Berikut sebelum Memulai Bisnis Properti

Geliat binis properti serta prospek keuntungan yang menggiurkan merupakan faktor pendorong munculnya banyak investor pemula. Namun, ternyata masih banyak investor properti pemula yang masih awam terhadap istilah-istilah yang biasa digunakan dalam jual-beli properti. Padahal, pengetahuan akan istilah properti dapat membantu investor dalam proses negosiasi, sekaligus meminimalisasi risiko penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Meskipun istilah-istilah tersebut biasanya akan dijelaskan oleh pengembang saat membeli properti, sebagai investor, Anda tetap harus berperan aktif untuk mencari tahu makna dari berbagai singkatan dan istilah asing dalam bidang properti. Nah, itulah sebabnya pada kesempatan kali ini kita akan membahas sepuluh istilah yang dapat membantu Anda saat terjun langsung dalam bisnis properti.

  1. Arus Kas (Cash Flow)

Istilah satu ini bisa dikatakan umum ditemukan dalam dunia bisnis, tak terkecuali properti. Arus kas atau cash flow merujuk pada laporan keuangan yang terdiri dari kegiatan transaksi/investasi, transaksi pembiayaan, serta peningkatan atau penurunan kas perusahaan dalam satu periode.

  1. Booming Properti

Istilah booming properti biasa digunakan untuk menggambarkan kondisi lonjakan permintaan properti, terutama rumah. Di Indonesia sendiri, booming properti diperkirakan akan terjadi pada tahun 2018-2019.

  1. Capital Gain

Capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh dari kenaikan harga properti dibandingkan harga pembelian awal. Investor biasanya akan mempertimbangkan faktor ini saat membeli properti. Misalnya, investor biasanya cenderung membeli properti di lokasi strategis atau pusat bisnis karena biasanya keuntungan yang didapat akan meningkat di masa yang akan datang.

  1. Early Bird

Dalam bidang properti, early bird diartikan sebagai penawaran khusus pada produk yang baru dipasarkan pengembang. Biasanya, saat memasarkan produk properti baru, pengembang akan menawarkan harga khusus serta kemudahan pembiayaan.

  1. Refinancing

Saat Anda mengajukan refinancing, artinya Anda bersedia mengubah struktur pinjaman lama dengan yang baru. Refinancing biasanya dilakukan demi mendapatkan suku bunga maupun jumlah angsuran yang lebih kecil.

  1. Sunrise Property

Sunrise property merujuk pada lokasi pembangunan properti di kawasan baru, modern, atau pusat kegiatan masyarakat yang punya prospek keuntungan besar.

  1. Sunset Property

Istilah ini merupakan kebalikan dari sunrise property. Sunset property menggambarkan produk properti tua dengan kualitas yang sudah menurun.

  1. SHBG (Sertifikat Hak Guna Bangunan)

SHBG merupakan pernyataan hukum yang harus dimiliki investor untuk membangunan properti di tanah yang bukan miliknya. Pihak yang memiliki SHBG bisa berasal dari kalangan lembaga pemerintahan, badan hukum, maupun perorangan. Masa berlaku SHBG adalah 30 tahun, dan dapat diperpanjang hingga 20 tahun.

  1. SHM (Sertifikat Hak Milik)

SHM merupakan keterangan hukum yang menyatakan kepemilikan atas lahan. Jika sebuah lahan telah memiliki SHM, pihak lain tidak dapat ikut campur atas status kepemilikan lahan tersebut.

  1. Loss Transaction

Loss transcation adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan biaya-biaya tidak terduga dalam perencanaan investasi properti, misalnya pembayaran broker dan pemasaran, pajak PPh, atau biaya perbaikan properti.

Itu dia sepuluh istilah dalam dunia properti yang wajib Anda ketahui. Selain di atas, tentu masih banyak istilah lainnya. Anda dapat mempelajari seluk-beluk bisnis properti melalui program workshop dan e-course yang digelar komunitas pebisnis kost seperti KSI Community, maupun buku panduan bisnis yang ditulis pakar dan konsultan investasi.