Punya Rumah dengan KPR Syariah Tanpa Riba?

0
58

Bisakah Memiliki Rumah dengan KPR Syariah Tanpa Riba?

Apakah Anda bisa memiliki rumah dengan KPR syariah tanpa riba? Bagaimana caranya dan apa bedanya dengan KPR konvensional?

Ada beberapa cara yang bisa Anda pilih jika ingin membeli rumah tanpa skema riba. Yang paling umum digunakan antara lain sistem cicilan 0 persen kepada pengembang, cash keras dan dengan KPR syariah tanpa riba. Ada beberapa produk KPR syariah yang disediakan misalnya dengan akad jual beli atau murabahah, akad sewa beli atau ijarah muntahia dan yang terakhir untuk tujuan inden atau akad istishna.

Perbedaa KPR Syariah dengan KPR Konvensional

Hal paling mendasar yang membedakan sistem KPR syariah tanpa riba dengan KPR konvensional adalah sistem bunga yang diterapkan keduanya. Jika cara konvensional mengharuskan Anda membayar bunga (yang dalam hukum Islam termasuk ke dalam riba) maka KPR syariah tidak menggunakan bunga.

Selain perbedaan lembaga yang mengeluarkannya, kedua sistem KPR ini juga berbeda satu sama lain. Ketika menggunaka KPR konvensional, Anda sebagai nasabah diharuskan memberi uang muka dengan sisa pelunasan dibantu oleh bank.

Singkatnya, Anda meminjam uang dari bank untuk membeli rumah dengan membayar cicilan beserta bunga. Bunga ini dianggap sebagai imbalan yang dibebankan kepada Anda sebaga peminjam. Perlu diingat bahwa dalam sistem konvensional, bunga bisa berfluktuasi sehingga jumlah cicilan yang Anda bayarkan bisa semakin mahal atau murah di masa depan (tergantung tingkat suku bunga).

Dengan sistem KPR syariah yang dikeluarkan oleh bank syariah, pihak bank-lah yang akan membeli rumah dari pengembang. Rumah itu kemudian dijual kembali oleh bank kepada Anda dengan harga tetap selama masa cicilan. Lantas dari mana bank mendapatkan keuntungan? Dari awal bank sudah memperhitungkan imbalannya sehingga Anda tidak harus dibebani dengan biaya bulanan.

Mana yang Lebih Murah, KPR Syariah atau KPR Konvensional?

Sebenarnya kita tidak bisa menentukan mana yang lebih murah di antara keduanya karena sistem yang digunakan berbeda. Tidak adanya pengaruh suku bunga dalam margin sistem pembiayaan syariah sering dianggap sebagai salah satu kelemahannya. Jadi ketika Anda membeli rumah dengan KPR syariah dan harga suku bunga sedang turun, Anda tetap harus membayar jumlah yang sama setiap bulannya.

Di sisi lain, nasabah bank konvensional yang menerapkan sistem floating rate misalnya, bisa merasakan cicilan KPR rendah saat suku bunga sedang turun. Naik turunnya suku bunga bisa jadi penentu penting tentang mana yang lebih mahal antara KPR konvensional dengan sistem syariah.

Apapun kelebihan yang ditawarkan sistem KPR konvensional, KPR syariah tanpa riba akan tetap menjadi pilihan terbaik. Selain bisa menghindari dosa riba, Anda tidak perlu dicemaskan dengan kenaikan suku bunga yang tiba-tiba, misalnya. Karena nilai cicilan selalu sama, Anda pun bisa merencanakan keuangan di masa depan dengan lebih tenang.