Simak 5 Rahasia Sukses Jadi Pengembang Properti

0
152

Tertarik Belajar Jadi Pengembang Properti Kecil-kecilan? Simak 5 Rahasia Suksesnya Berikut Ini 

Properti merupakan salah satu ladang investasi yang menggiurkan. Tidak heran jika saat ini banyak orang yang tergoda untuk mencoba peruntungan di bidang tersebut, mulai dengan membangun indekos untuk disewakan, hingga menjadi pengembang properti kecil-kecilan.  

Nah, bagi Anda yang tertarik terjun menjadi pengembang properti kelas menengah ini, ada lima tips sukses yang bisa dijadikan inspirasi, di antaranya: 

  1. Belajar Jadi Pengembang Bisa Dimulai dengan Menjadi Tenaga Pemasaran 

Komika Pandji Pragiwaksono pernah berkata di salah satu bit komedi tunggalnya bahwa tidak ada barang yang tidak laku, yang ada hanya barang yang dipasarkan secara salah. Pernyataan tersebut memang ada benarnya, sebab pemasaran bisa dikatakan sebagai nyawa dari sebuah bisnis, termasuk properti.  

Agar dapat sukses memulai bisnis properti, Anda harus memahami teknik penjualan yang tepat dengan terjun langsung sebagai tenaga pemasaran. Dari situ, Anda bisa mengetahui kompleksitas bisnis properti, segmentasi konsumen, dan strategi menjangkau kelompok konsumen baru yang potensial. 

2. Belajar Bisnis Properti dari Pengalaman Para Investor 

Anda dapat bergabung di komunitas investor properti, seperti KSI Community, untuk mendapatkan wawasan dan panduan dalam berbisnis properti. Di komunitas tersebut, Anda dapat membangun relasi dengan sesama investor atau pengembang pemula sekaligus berbagi ilmu dan pengalaman.  

Kurangnya pengetahuan dan pengalaman dapat meningkatkan risiko kerugian bagi para pemula. Jadi daripada rugi, lebih baik matangkan perencanaan bisnis properti Anda dengan belajar bisnis properti dan berkonsultasi dengan para ahlinya. 

3. Pilih Pasar yang Paling Potensial 

Spesialisasi produk properti dapat membantu Anda membuat perencanaan yang fokus dan efektif. Contohnya, jika lokasi perusahaan berada di daerah pinggir kota, Anda bisa melakukan spesialisasi pada produk perumahan murah atau rumah kontrakan dengan target pasar masyarakat menengah usia produktif. Penting untuk diingat, Anda harus menjadi dan memilih pasar yang paling potensial yang sesuai dengan target market Anda. Karena jika salah mencari target atau pasar yang potensial, maka sudah dapat dipastikan properti Anda tidak akan laku. Ini bukan karena produk Anda, cara pemasaran Anda yang salah, namun lebih karena pasar potensial Anda salah.

4. Hadirkan Sesuatu yang Berbeda 

Meskipun masih bermain sebagai pengembang kecil-kecilan, Anda harus mampu membangun brand properti secara profesional. Tunjukkan bahwa perusahaan Anda punya nilai tambah yang tidak dimiliki perusahaan lain. Nilai tersebut dapat dihubungkan dengan kualitas properti, harga dan penawaran menarik, desain properti, atau opsi pembayaran. Jangan mau menjadi pengembang kecil tanpa nama, atau yang dimanfaatkan oleh pengembang besar lainya. Anda harus dapat menciptakan value Anda sendiri sebagai seorang pengembang.  

5. Bangun Reputasi dengan Meningkatkan Kualitas Pelayanan 

Untuk dapat bertahan di tengah ketatnya bisnis properti, Anda harus mampu mempertahankan kualitas produk dan pelayanan terbaik. Pastikan perusahaan Anda memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan konsumen. Dengan kualitas pelayanan yang baik, reputasi perusahaan pun semakin baik. Anda pun jadi punya kesempatan lebih besar untuk mengembangkan bisnis. 

Belajar bisnis properti tidak dapat dilakukan di awal saja. Pelajaran berharga justru bisa datang saat Anda mulai terjun langsung di dunia properti. Seberat apa pun rintangan yang dihadapi, jangan jadikan sebagai penghalang untuk terus maju dalam mengembangkan bisnis properti Anda. Ingat pasti Anda nanti akan semakin mengerti dan mahir, sehingga bisa terus maju dan menjadi pengembang besar di kemudian hari. Jangan menyerah!