Hati-hati Ketika Investasi Properti. Lakukan 3 Hal Ini Agar Tidak Salah Langkah!
Inflasi kian meningkat dan kebutuhan terus bertambah. Sementara pemasukan, tidak mampu lagi mencukupi. Tentunya di saat seperti itu, investasi adalah pilihan tepat untuk mem-backup pengeluaran Anda yang terus membengkak.
Banyak instrumen yang bisa dijadikan investasi, seperti reksadana maupun emas. Kendati demikian, menurut riset JJL Research tahun 2018, investasi properti masih menjadi investasi unggulan. Karena itu, tidak salah jika Anda mulai berpikir untuk mengolah modal yang Anda miliki pada instrumen ini. Namun berhati-hatilah. Agar tidak salah langkah, perhatikan tiga hal berikut sebelum Anda memulai investasi di bidang properti.
- Utamakan Riset, Jangan Termakan Omongan Orang
Riset ini penting. Jangan termakan bujuk rayu orang yang mengatakan bahwa pengembang A baik atau berinvestasi di perusahaan B dapat memberi keuntungan besar, sebelum Anda membuktikannya sendiri.
Lakukan riset dengan mencari tahu seperti apa pengembang yang ingin Anda beri dana investasi. Cek seberapa kompeten SDM yang dimiliki, berapa tingkat margin erornya, cari tahu proyek apa saja yang sudah berhasil dibuat dan bagaimana review user-nya. Datang langsung ke lokasi pembangunan proyek juga bisa menjadi salah satu cara untuk melihat seperti apa pengembang tersebut bekerja.
Selama melakukan penggalian informasi, fokuskan diri pada informasi-informasi yang didapatkan. Jangan terpedaya dengan promo ataupun ucapan-ucapan orang yang terlalu memuji pengembang tersebut. Pastikan semua sesuai dengan harapan sebelum Anda memutuskan untuk menginvestasikan uang di sana.
- Pahami Pajak Sebelum Berinvestasi
Pendapatan dari pajak merupakan pemasukan terbesar bagi negara. Tidak heran jika pemerintah gencar menertibkan pembayaran pajak bagi semua pengusaha. Karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk terjun dalam investasi properti, alangkah baiknya mempelajari tentang seluk beluk pajak properti.
Kenali jenis-jenis pajak yang harus ditanggung selama berinvestasi dan perhitungkan dalam rancangan anggaran Anda. Jangan sampai, pajak tersebut nantinya membebani dan membuat Anda rugi.
- Lakukan Diversifikasi Agar Anda Tidak Merugi
Inflasi tidak mudah ditebak. Tentu Anda tidak mau rugi besar di saat investasi sedang berjalan, bukan? Karena itu, lakukanlah diversifikasi dengan cara meletakkan investasi tidak hanya di satu tempat pengembang, melainkan beberapa tempat secara bersamaan. Hal ini dapat membantu kas Anda lebih stabil nantinya. Jika satu investasi mengalami penurunan, maka investasi yang lain dapat membantu menutupnya. Begitu seterusnya.
Contoh sederhananya, Anda melakukan investasi properti pada pengembang A dan pengembang B pada dua lokasi berbeda. Tanpa bisa dicegah, lokasi A mengalami kebanjiran yang membuat properti mengalami banyak kerusakan. Jika Anda hanya berinvestasi pada lokasi ini, maka dipastikan kerugianlah yang akan didapat. Berbeda jika masih ada investasi di lokasi lain. Maka, hasil yang didapat dari investasi pada lokasi B dapat menutup kerugian yang terjadi pada lokasi A.
Itulah tiga hal yang dapat menjadi pertimbangan Anda sebelum melakukan investasi properti. Semoga bisa membantu.


